Lomba Inovasi Daerah

Tahun 2024

Lomba Inovasi Daerah

Tahun 2024

Data Inovasi

Nama Inovasi BERMARGA ( Belajar Bersama Keluarga )
Bentuk Inovasi Pelayanan Publik
Inisiator Inovasi Baharuddin, S.Pd.I
Tahapan Inovasi Penerapan
Jenis Inovasi Non Digital
Urusan Inovasi Pendidikan
Rancang Bangun

Program : BERMARGA (Belajar Bersama Keluarga)

Tujuan:
Meningkatkan keterlibatan aktif orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran di kelas IV SDN 005 Sepempang

Sasaran:

  1. Meningkatkan motivasi belajar anak dan memperkuat hubungan antara Sekolah (Guru), orang tua dan anak
  2. Menciptakan Lingkungan Belajar Berbasis Aset

Prinsip Dasar:

Kolaborasi: Program ini didasarkan pada kolaborasi antara guru, orang tua, dan  keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi anak.

Keterlibatan: Orang tua dan keluarga dilibatkan secara aktif dalam proses  pembelajaran anak, baik di dalam maupun di luar kelas.

Kebermaknaan: Kegiatan belajar dirancang agar bermakna dan relevan bagi anak,  serta terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Keterampilan: Orang tua dan keluarga dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran anak.

Komponen Program:

  1. Orientasi Program:
  • Sosialisasi program kepada orang tua dan keluarga melalui pertemuan, media sosial, dan website sekolah.
  • Pembentukan tim fasilitator yang terdiri dari guru dan orang tua yang berminat. 
  • Fasilitasi Pelayanan bagi Orang tua untuk membekali mereka dengan  keterampilan yang diperlukan dalam program Bermarga. (Menyusun Materi hingga Teknik fasilitasi)
  1. Perencanaan Pembelajaran Bersama:
  • Guru dan orang tua bekerja sama untuk menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.
  • Rencana pembelajaran mencakup kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas, serta melibatkan berbagai sumber belajar.
  • Orang tua dilibatkan dalam menentukan materi pembelajaran, metode mengajar, dan penilaian.
  1. Pelaksanaan Pembelajaran Bersama:
  • Orang tua diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar di kelas, seperti menyampaikan materi (narasumber/Guru Tamu) seputar jenis pekerjaa/ Hoby posotif mereka dan membantu anak mengerjakan tugas hingga memimpin diskusi,
  • Orang tua juga dapat terlibat dalam kegiatan belajar di luar kelas, seperti mendampingi anak dalam kunjungan belajar, membantu menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, dan menjadi mentor bagi anak. 
  1. Penilaian dan Evaluasi:
  • Guru dan orang tua bekerja sama untuk menilai kemajuan belajar anak. Penilaian dilakukan secara berkala dan komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
  • Evaluasi program dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas program dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

Inovasi program Bermarga (Belajar Bersama Keluarga) merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran anak. Program ini didasarkan pada prinsip kolaborasi, keterlibatan, kebermaknaan, dan keterampilan.
Program ini terdiri dari empat komponen utama: orientasi program, perencanaan pembelajaran bersama, pelaksanaan pembelajaran bersama, dan penilaian dan evaluasi. Program ini memiliki banyak manfaat bagi anak, orang tua, dan keluarga, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. 

 

Tujuan Inovasi

Program Bermarga (Belajar Bersama Keluarga) memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. Meningkatkan Keterlibatan Aktif Orang Tua dan Keluarga dalam Proses

Pembelajaran Anak: Orang tua dan keluarga dilibatkan secara aktif dalam berbagai aspek pembelajaran anak, baik di dalam maupun di luar kelas. Orang tua dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran anak.

Orang tua didorong untuk berkolaborasi dengan guru dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi anak.

  1. Meningkatkan Motivasi Belajar Anak:

Ketika orang tua dan keluarga menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran anak, anak akan merasa lebih termotivasi untuk belajar. Dukungan dan perhatian dari orang tua dan keluarga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan mendorong mereka untuk berusaha lebih keras dalam belajar. Orang tua dapat membantu anak untuk memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas belajar dengan lebih mudah.


  1. Memperkuat Hubungan Antara Orang Tua dan Anak:

Program Bermarga menyediakan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk menghabiskan waktu bersama dan belajar bersama. Kegiatan belajar bersama dapat membantu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, meningkatkan komunikasi, dan membangun rasa saling percaya. Orang tua dan anak dapat saling belajar satu sama lain dan membangun hubungan yang lebih positif dan kuat.


  1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Secara Keseluruhan:

Ketika orang tua dan keluarga terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak, kualitas

pendidikan secara keseluruhan dapat meningkat. Orang tua dapat membantu guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar anak dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang

lebih kondusif dan efektif. Keterlibatan orang tua dan keluarga dapat membantu  meningkatkan prestasi belajar anak dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.


Tujuan Tambahan:

Selain tujuan utama yang disebutkan di atas, Program Bermarga juga bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan anak.
  • Membangun komunitas belajar yang kuat antara orang tua, guru, dan keluarga.
  • Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak.
  • Mendorong anak untuk menjadi pembelajar yang mandiri dan bertanggung jawab.
Manfaat Inovasi

Program Bermarga (Belajar Bersama Keluarga) memiliki banyak manfaat bagi berbagai
pihak, yaitu:
Manfaat bagi Pemerintah Daerah:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya: Keterlibatan aktif orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran anak dapat meningkatkan prestasi belajar anak dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan: Program Bermarga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan, sehingga pemerintah daerah dapat lebih mudah dalam mencapai tujuan pendidikannya. Mengurangi beban anggaran pendidikan: Dengan meningkatkan keterlibatan orang tua dan keluarga, pemerintah daerah dapat mengurangi beban anggaran pendidikan

karena orang tua dan keluarga dapat membantu sekolah dalam menyediakan sumber
daya belajar dan mendukung proses pembelajaran anak.

Manfaat bagi Sekolah:

  • Meningkatkan kualitas pembelajaran: Keterlibatan aktif orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran anak dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
  • Meningkatkan hubungan sekolah dengan orang tua: Program Bermarga dapat membantu meningkatkan hubungan sekolah dengan orang tua dan membangun rasa saling percaya antara sekolah dan orang tua.
  • Meningkatkan dukungan orang tua untuk program sekolah: Orang tua yang terlibat aktif dalam Program Bermarga akan lebih likely untuk mendukung programprogram sekolah lainnya.

Manfaat bagi Orang Tua:

  • Meningkatkan pemahaman tentang perkembangan belajar anak: Orang tua yang terlibat dalam Program Bermarga akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan belajar anak mereka.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mendukung pembelajaran anak: Orang tua akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran anak di rumah.
  • Memperkuat hubungan dengan anak: Program Bermarga menyediakan kesempatan bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak dan belajar bersama.
  • Meningkatkan rasa puas diri sebagai orang tua: Orang tua yang terlibat aktif dalam pendidikan anak mereka akan merasa lebih puas diri sebagai orang tua.


Manfaat bagi Murid:

  • Meningkatkan motivasi belajar: Dukungan dan perhatian dari orang tua dan keluarga dapat meningkatkan motivasi belajar anak.
  • Meningkatkan prestasi belajar: Ketika orang tua dan keluarga terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak, prestasi belajar anak dapat meningkat.
  • Meningkatkan rasa percaya diri: Kepercayaan diri anak dapat meningkat ketika mereka merasa didukung oleh orang tua dan keluarga.
  • Meningkatkan keterampilan belajar: Orang tua dapat membantu anak untuk memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas belajar dengan lebih mudah.
  • Memperkuat hubungan dengan orang tua: Program Bermarga dapat membantu memperkuat hubungan antara anak dan orang tua.
Hasil Inovasi

Program Bermarga (Belajar Bersama Keluarga) diharapkan dapat menghasilkan beberapa

hasil yang positif bagi berbagai pihak, antara lain:

Bagi Murid:

  • Motivasi belajar meningkat: Dukungan dan perhatian dari orang tua dan keluarga dapat meningkatkan motivasi belajar anak. Hal ini dapat dilihat dari anak yang lebih antusias dalam mengikuti pelajaran, menyelesaikan tugas, dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar di kelas.
  • Prestasi belajar meningkat: Ketika orang tua dan keluarga terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak, prestasi belajar anak dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat dari nilai akademis yang lebih baik, kemampuan anak yang lebih mumpuni dalam memahami materi pelajaran, dan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah belajar.
  • Keterampilan belajar meningkat: Orang tua dapat membantu anak untuk memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas belajar dengan lebih mudah. Hal ini dapat dilihat dari anak yang lebih mandiri dalam belajar, mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, dan mampu mengerjakan soal-soal dengan lebih baik.
  • Kepercayaan diri meningkat: Kepercayaan diri anak dapat meningkat ketika mereka merasa didukung oleh orang tua dan keluarga. Hal ini dapat dilihat dari anak yang lebih berani untuk bertanya di kelas, lebih berani untuk tampil di depan umum, dan lebih yakin dengan kemampuannya.
  • Hubungan dengan orang tua semakin kuat: Program Bermarga dapat membantu memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Hal ini dapat dilihat dari anak yang lebih terbuka kepada orang tua, lebih mudah berkomunikasi dengan orang tua, dan lebih sering menghabiskan waktu bersama orang tua.

Bagi Orang Tua:

  • Pemahaman tentang perkembangan belajar anak meningkat: Orang tua yang terlibat dalam Program Bermarga akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan belajar anak mereka. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang lebih memahami kekuatan dan kelemahan anak, lebih memahami kebutuhan belajar anak, dan lebih mudah dalam membantu anak belajar.
  • Kemampuan dalam mendukung pembelajaran anak meningkat: Orang tua akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran anak di rumah. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang mampu membantu anak memahami materi pelajaran, mampu membimbing anak dalam mengerjakan tugas, dan mampu memberikan motivasi belajar kepada anak.
  • Rasa puas diri sebagai orang tua meningkat: Orang tua yang terlibat aktif dalam pendidikan anak mereka akan merasa lebih puas diri sebagai orang tua. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang merasa lebih percaya diri dalam mendidik anak, merasa lebih dekat dengan anak, dan merasa lebih mampu dalam membantu anak mencapai potensinya.
  • Hubungan dengan sekolah semakin kuat: Program Bermarga dapat membantu meningkatkan hubungan sekolah dengan orang tua dan membangun rasa saling percaya antara sekolah dan orang tua. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang lebih aktif dalam kegiatan sekolah, lebih mudah berkomunikasi dengan guru, dan lebih mendukung program-program sekolah.

Bagi Sekolah:

  • Kualitas pembelajaran meningkat: Keterlibatan aktif orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran anak dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari kelas yang lebih kondusif, siswa yang lebih aktif dalam belajar, dan hasil belajar yang lebih baik.
  • Hubungan dengan orang tua semakin kuat: Program Bermarga dapat membantu meningkatkan hubungan sekolah dengan orang tua dan membangun rasa saling percaya antara sekolah dan orang tua. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang lebih aktif dalam kegiatan sekolah, lebih mudah berkomunikasi dengan guru, dan lebih mendukung program-program sekolah.
  • Dukungan orang tua untuk program sekolah meningkat: Orang tua yang terlibat aktif dalam Program Bermarga akan lebih likely untuk mendukung program-program sekolah lainnya. Hal ini dapat dilihat dari orang tua yang lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, lebih mudah dalam membantu sekolah dalam pengadaan sumber daya belajar, dan lebih mendukung program-program pengembangan sekolah.

Bagi Pemerintah Daerah:

  • Kualitas pendidikan di wilayahnya meningkat: Keterlibatan aktif orang tua dankeluarga dalam proses pembelajaran anak dapat meningkatkan prestasi belajar anak dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai Ujian Nasional, peningkatan jumlah lulusan sekolah, dan peningkatan jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan meningkat: Program Bermarga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan, sehingga pemerintah daerah dapat lebih mudah dalam mencapai tujuan penidikannya. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya orang tua yang terlibat dalam kegiatan sekolah, semakin banyaknya komunitas yang mendukung pendidikan, dan semakin banyaknya program-program pendidikan yang diinisiasi oleh masyarakat.
  • Beban anggaran pendidikan berkurang: Dengan meningkatkan keterlibatan orang tua dan keluarga, pemerintah daerah dapat mengurangi beban anggaran pendidikan karena orang tua dan keluarga dapat membantu sekolah dalam menyediakan sumber daya belajar dan mendukung proses pembelajaran anak. Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya kebutuhan anggaran untuk pengadaan buku pelajaran, alat tulis, dan fasilitas belajar lainnya.
Waktu Ujicoba 25-07-2023
Waktu Implementasi 20-12-2023

Keterisian Indikator

No Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung Skor
1 Regulasi Inovasi * Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan inovasi daerah
2 Ketersediaan SDM Terhadap Inovasi Daerah * Jumlah SDM yang mengelola inovasi daerah (Tahun Terakhir)
3 Dukungan Anggaran Anggaran Inovasi Daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (Penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), ujicoba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan)
4 Alat Kerja Alat kerja dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan
5 Bimtek Inovasi Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah baik sebagai penyedia atau penerima bimtek
6 Integrasi Program Dan Kegiatan Inovasi Dalam RKPD Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah
7 Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur Stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2)
Unsur Stakeholder meliputi:
Pemerintah;
Pelaku Bisnis;
Komunitas;
Akademisi;
Media Massa, dsb
8 Pelaksana Inovasi Daerah Penetapan Tim pelaksana inovasi daerah
9 Jejaring Inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir)
10 Sosialisasi Inovasi Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 tahun terakhir)
11 Pedoman Teknis Ketentuan dasar Penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book
12 Kemudahan Informasi layanan Kemudahan mendapatkan informasi layanan
melalui metode sebagai berikut :
Manual, seperti: tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi;
Hotline, seperti: layanan email/telp;
Media Sosial, seperti: instagram/facebook/whatsapp, dsb;dan
Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios).
13 Kemudahan Proses Inovasi yang Dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi
14 Penyelesaian Layanan Pengaduan Rasio Penyelesaian Pengaduan dalam tahun terakhir (Jumlah Pengaduan yang ditindaklanjuti/Jumlah Pengaduan
15 Layanan Terintegrasi Jaringan Prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir)
16 Replikasi Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 s/d T-1)
17 Kecepatan Inovasi * Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah
18 Kemanfaatan Inovasi * Jumlah pengguna atau penerima manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir)
19 Monitoring dan evaluasi Inovasi Daerah Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 tahun terakhir)
20 Kualitas Inovasi Daerah * Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)
Data Pendukung:
ketentuan video memvisualisasikan 5 substansi:
1. Latar belakang inovasi;
2. Penjaringan ide;
3. Pemilihan ide;
4. Manfaat inovasi; dan
5. Dampak inovasi.
Video inovasi dilengkapi dengan cover thumbnail dan ada logo Kabupaten Natuna dan Kemendagri.